Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan

KAMPANYE TOLAK PORNOGRAFI

embataan, BPost

Belasan aktivis organisasi perempuan terlibat pembicaraan serius dengan Komisi E DPRD Kalteng mendesak aparat keamanan dan pemerintah daerah memberangus aneka bentuk pornografi yang kian menggurita.

“Bahaya benar-benar sudah berada di depan mata,” tukas Sugi Santosa SH MH, ketua Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat Kalteng ini, satu-satunya aktivis ornop pria yang ambil bagian dalam barisan aktivis perempuan yang mendatangi lembaga legislatif DPRD Kalteng.

Aktivis perempuan yang hadir, Ketua Badan Kordinasi Organisasi Wanita Ny Linda Nisida Nahson Taway (isteri Wagub Kalteng). Ketua Ikatan Keluarga isteri Anggota Dewan Ny Zainah Fawzy (isteri ketua DPRD Kalteng), Ketua Lembaga Advokasi Wanita Hj Setyo Hidayati SH MH dan 26 organisasi wanita.

Berita diatas adalah CUPLIKAN kORAN KALTENG POS tahun 2004.Salah satu kegiatan BKOW KALTENG tahun 2004 saat penulis menjabat sebagai Ketua BKOW, untuk mengkampanyekan TOLAK PORNOGRAFI , dimana rombongan ibu-ibu dari 29 organisasi Wanita sebanyak 29 orang dan satu orang Bapak pemerhati perempuan berkunjung ke kantor DPRD Kalteng, untuk menyuarakan keprihatinan akan maraknya penjualan tabloid porno.

Tahun 2003 dan 2004 koran Kalteng Pos menerbitkan berita tentang kasus perkosaan dengan menuliskan dengan huruf besar , kata-kata : ” SALOME ” , kemudian diterjemahkan: satu lobang rame-rame………………, Kami para ibu yang membacanya merasa itu sebagai kata-kata yang kejam. Bagaimana seandainya yang menjadi korban adalah anak kita sendiri.Apakah kita tega menulis itu. Sudah jatuh tertimpa tangga. Walaupun yang menjadi korban saat itu adalah seorang PSK dan yang satunya seorang sederhana. Namun mereka adalah kaumku yang harus mendapat hak nya untuk memperoleh advokasi dan dukungan moril kita semua , bukan justru mempermalukan mereka dengan kata-kata yang menyakitkan hati.Alhasil BOKW Kalteng ibu Linda Nisida saat itu berbicara langsung dengan Ketua KAPOS waktu itu bapak Wahyudi , meminta untuk pemuatan kata-kata salome di Koran KAPOS adalah yang TERAKHIR kalinya…….., tidak boleh lagi dipakai , karena itu adalah PELECEHAN dan PENGHINAAN untuk PeREMPUAN.

Tahun yang sama bulan Febuari 2004 , sebagai Ketua Komisi Wanita PGI bersama dengan PWKI, WKRI dan KPW GKE juga berkampanye menolak Pornografi dengan membakar Majalah porno itu didepan Kantor PGI Wilayah Kalteng jalan Diponegoro .

Seluruh Organisasi Wanita dan Pemda tiga tahun berturut-turut tahun 2003-2005 pada hari Anti Narkoba, Hari Internasional Anti Kekersan Terhadap Perempuan, berkampanye di jalan-jalan protokol, sambil membagi leaflet tentang Tolak Pornografi, Kekerasan terhadp Perempuan dan Anak di-jalan-jalan, Sex Bebas dan HIV/AIDS kepada masyarakat.

Tahun 2005 Koran kembali memuat artikel tehnik bersanggama, dan iklan telepon hot line, dengan menampilkan gambar gadis-gadis seksi. Penulis langsung mengadakan rapat pengurus BKOW untuk membuat surat protes kepada KaltengPos, agar menarik iklan gadis seksi , dan menghentikan memuat artikel yang menjurus kepada seks. Dengan pertimbangan bahwa koran adalah salah satu media publik yang dibaca oleh generasi semua umur , sehingga akan sangat ampuh menggiring kepada pola pikir yang menjurus kepada yang negatif. Kami sangat tidak rela melihat generasi muda Kalteng tumbuh dan berkembang dalam situasi lingkungan yang tidak sehat. Alhasil setelah beberapa bulan iklan dihentikan.

Kita tahu dampak dari tayangan dan bacaan yang porno adalah pergaulan bebas, hamil diluar nikah, aborsi, penyakit kelamin, kekerasan dan penyimpangan seksual.Dan ini sudah menjadi gaya hidup sebagian remaja di kota besar.Remaja adalah pribadi yang sangat rentan akan bahaya tersebut.Tidak heran korban dari hari ke hari semakin banyak.

Pengalaman bertahun-tahun seperti diatas menunjukan perlunya secara terus menerus semua pihak untuk berani menyuarakan tayangan / pemuatan artikel, atau apapun namanya yang bersifat pornografi dan tidak pantas dibaca dikonsumsi umum secara vulgar. Secara gayung bersambut ,semua ambil bagian mengkampanyekan mulai dari keluarga dan lewat organisasi sosial dan lembaga agama.Keluarga/dalam hal ini ibu , harus memberikan pendidikan seks yang benar kepada anak. Tekun mengawasi dan membentengi anak dan keluarga dengan nilai agama, teladan dan cinta kasih . Sudah tentu bagi orang tua tugas pengawasan agak sedikit melelahkan dan merepotkan karena terus menerus mengingatkan dan mendampingi anak, demi keselamatan mereka.Saat itulah tanggungjawab orangtua dalam pola asuh anak yang sehat lahir batin sangat menentukan dan diharapkan.

Semua unsur kelompok sosial secara bersama bergerak mengkampanyekan ini. Sudah saatnya kita tidak berdiam diri dan selalu menunggu pemerintah. Masyarakat harus proaktif menjabarkan program mencegah penyakit masyrakat ini., karena pemrintah tidak mungkin melakukan semua nya. Kalau kita berdiam diri …sangat permisif….maka lama kelamaan kita semua akan terbiasa melihat dan tidak bereaksi , maka kerusakan moral yang akan kita hadapi.

Tahun 2008 kembali penulis menghadiri sosialisasi KELUARGA BEBAS PORNOGRAFI dari Menneg PP di Palangkaraya.Dimana Indonesia sudah menjadi penikmat dan pelanggan terbesar di dunia. setelah Rusia dan Swedia. Sangat menyedihkan saya kita semua sebagai orang tua……. .

Koran Kapos hari ini tanggal 4 Maret 2009, kembali mengangkat topik KESEHATAN OTAK yang rusak akibat kecanduan terus menerus menikmati tayangan pornografi.

Ahli bedah syaraf dari San Antonio AS membeberkan kerusakan otak akibat berbagai kecanduan.Kecanduan makanan ( obesitas ), narkoba, judi, maupun pornografi.Namun yang paling tinggi tingkat kerusakan otak adalah akibat kecanduan pornografi. Jika hal itu dibiarkan maka mengakibatkan penyusutan otak.Dibutuhkan waktu satu setengah tahun untuk menyembuhkannya.Kerusakan otak akibat kecanduan makanan(obesuitas ), drugs, cenderung lebih mudah diatasi ketimbang pornografi.

Otak yang sudah terlanjur kecanduan memiliki mekanisme kontrol terhadap perangsang ( adiktif) dengan mudah.Sebaliknya, otak yang belum kecanduan masih memiliki kontrol yang besar untuk mencegah perintah agar tidak kecanduan, katanya.Artinya kecanduan pornografi sulit diatasi.

Saya berterimaksih koran Kapos memuat berita itu dan masyarakat harus menyampaikan kepada keluarga masing-masing. untuk mewaspadai pergaulan anak.

Sampai sekarang penulis masih konsisten untuk tetap menyuarakan tolak pornografi di Kalimantan Tengah.Dan penulis tetap meneruskan sosialisasi ini kedaerah-daerah dalam bentuk penyuluhan dan seminar bekerja sama dengan KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Jakarta dengan kapasitas penulis sebagai salah seorangKetua Majelis Sinode GKE bidang Komisi Pelayanan Anak GKE se Kalimanatan .

Dan sebagai informasi tambahan bahwa Komisi Pelayanan Perempuan Majelis Sinode Gereja Kalimantan Evangelis tanggal 14 Maret 2009 di Palangkaraya , akan mengadakan workshop Rumah Perdamaian bekerja sama dengan Departemen Perempuan dan Anak PGI , untuk membuat kesepakatan pembentukan semacam rumah singgah bagi korban kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian gereja GKE dalam berbela rasa terhadap penderitaan masyrakat khususnya perempuan dan Anak yang sampai sekarang semakin meningkat korban yang perlu mendapat perlindungan dan pendampingan.

Semoga kita semua sadar bahwa keadaan sudah sangat rawan , di tepi jurang…. mari kita terpanggil untuk bersama saling membahu bekerja keras memberantas pornografi menyelamatkan bangsa yang sangat kita cintai.

KELUARGA BEBAS PORNOGRAFI

” Musuh Utama ” masyarakat dalam masalah pornografi adalah INDUSTRI PORNOGRAFI ; yang meraup keuntungan diatas aib, derita & nestapa anak-anak dan perempuan Indonesia yang kerap menjadi korban .


DESAKRALISASI SEKS.

Pornografi kini telah merebak dengan dahsyat di negara kita. Indonesia adalah negara ketiga pengsakses terbesar surga pornografi setelah Rusia dan Swedia.Sejak pers dinegara kita memperoleh kebebasannya pada tahun 1998, bukan untuk dipakai sebagai sarana melepaskan bangsa dari kungkungan kerusakan moral, namun justru dipakai oleh pers secara tidak bertanggung jawab menghadirkan penyebaran pornografi.

Pornografi seolah mempunyai sarana baru yang efektif secara meluas dan kasat mata.Dimana-mana bertebaran berbagai media massa surat kabar, tabloid Lipstik, Bibir Mer ,dll ; majalah dari yang ekslusive hingga yang stensilan ,televisi, radio, internet, tanpa khawatir terkena sensor dan dibredel.

Dengan menggunakan media dengan sangat ampuh telah mampu membentuk opini yang mendorong desakralisasi seks, sebagai sesuatu yang dikemudian hari akan memakan biaya yang sangat mahal.

Desakralisasi seks merujuk pada penolakan atas gagasan tentang seks sebagai alat reproduksi yang sakral yang Tuhan berikan untuk manusia. Supaya manusia memenuhi bumi ini dengan cara yang benar sesuai kehendak Tuhan. Yang dilakukan hanya dalam ikatan suci yaitu pernikahan.

Desakralisasi berdampak banyak. Salah satuyang utama adalah hancurnya lembaga pernikahan. Bergesernya nilai-nilai sakral dalam pernikahan,dimana hidup tanpa harus terbelenggu dalam ikatan pernikahan .Tanpa harus repot dengan nilai-nilai perkawinan seperti kesetiaan , tanggung jawab, komitmen , rasa hormat kepada pasangan dan rasa takut akan Tuhan .Tidak harus selalu hidup dengan satu pasangan sampai tua . Seks boleh-boleh saja dilakukan dengan sesama jenis atau lain jenis secara bebas. Yang penting :” apa yang engkau suka dan merasa berbahagia , lakukanlah . Karena itu Hak seseorang sebagai manusia yang bebas, tidak ada seorangpun yang bisa mengatur kehidupan pribadi orang lain “. Nah ….Kekudusan perkawinan semakin jauh dan melemah.Dengan kata lain lembaga pernikahan menjadi tidak penting.

Tanpa skralisasi seks, orang bisa hidup bersama dengan orang lain yang dia sukai, tanpa harus repot menikah , kalau bosan cari yang lain yang lebih oke dan bisa menjamin kehidupan yang menyenangkan dan rasa aman. Apalagi memerlukan biaya besar untuk pesta perkawinan dan…. parahnya pasangan itu sendiri masih belum siap untuk menikah karena masih belia dan masih dalam pendidikan.

Kita melihat dengan kasat mata , orang muda sudah kalah secara moral dan iman .Tidak ada rasa takut dengan berbagai penyakit yang bisa ditimbulkan karena bergantiganti pasangan.

PELAKU DAN KORBAN MAKIN MUDA USIA.

Dampak yang luar biasa dari maraknya pornografi menimbulkan berjatuhan korban baik pada orang dewasa, pemuda dan anak-anak.Dan pelakunya pun banyak anak dan remaja.

Kita lihat dampak buruk pornografi terhadap anak dan remaja seperti pada data Lembaga Pemasyrakatan Anak Tangerang:

+ Pelecehan Seksual dan pemerkosaan merupakan kejahatan ke-2 setelah narkoba.

+56,5 % remaja pria usia 15-19 th mengaku pernah melihat film porno dan 18,4 % remaja putri mengaku pernah membaca buku porno.( Center for Human Resources studies and Development Fisip Unair, Surabaya terhada 300 responden ).

DATA LAIN :

+ Data Yayasan Buah Hati (2005 ) dari 1705 murid SD kelas 4-6 di Jabotabek ,mengkonsumsi pornografi melalui HP ( 25 % ), melalui internet ( 20%), sisanya melalui media lainnya.

+ Survey Lembaga Pemerhati internet Jejak Kaki internet Protection di DKI Jakarta ( Majalah kartini 27 April-11 Mei 2006 ) : 27 % anak pernah membuka situs porno, 97 % anak mengakui mereka bisa mendapatkan situs berbau pornografi di internet, 67% anak akan membuka situs porno jika ada kesempatan.

Dampak lain desakralisasi seks adalah peningkatan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks, terutama AIDS. Sejumlah dampak lain lagi yaitu : Kehamilan remaja. aborsi, perkosaan dan pelacuran.

MENGAPA PORNOGRAFI PERLU DITANGGULANGI?

1.Berdampak sosial negatif, merusak moral dan penipisan rasa kesusilaan.

2. Berdampak negatif bagi remaja karena mengakibatkan seks bebas, penyakit menular, HIV/AIDS, kehamilan, aborsi,dll.

3. Menyebabkan kekerasan seksual dan perilaku menyimpang.

4.Sebagai bentuk eksploitasi dan pelecehan bagi perempuan.

MENGAPA PORNOGRAFI MENCERMINKAN KETIDAKADILAN GENDER ?

Pornografi menjadikan perempuan sebagai komoditas ; Menurunkan derajat perempuan karena hanya sekedar obyek seks ; Menjadikan TUBUH perempuan sebagai kekuatan utama, bukan kecakapan dan intelektualitasnya.

EFEK PORNOGRAFI.

- KETAGIHAN, karena mengalami tahapan kecanduan setelah melihat dan menyukai.Pikirannya hanya hal porno dan merasa kegelisahan kalau tidak mengkonsumsi.Ini bisa terjadi pada siapapun , entah rakyat biasa sampai orang yang taat beragama.

- MENUNTUT LEBIH. Karena sudah melihat ,maka ia ingin melihat tidak hanya gambar misalnya wanita telanjang , namun juga film yang memuat adegan seks.Setelah sekian waktu ia bosan , maka ia ingin melihat yang lebih liar lagi misalnya sexgroup.Perlahan-lahan maka ia sudah terbiasa melihat, menikmati , berkhayal. Efek kecanduan ini menyebabkan peningkatan permintaan terhadap pornografi dan akhirnya sangat berpengaruh terhadap perilaku seks seseorang.

- HILANG KEPEKAAN , karena sudah terbiasa melihat , maka sampai tahap ini , hal yang tabu, immoral, mengejutkan pelan-pelan menjadi sesuatu yang biasa. Orang sudah cenderung tidak sensitif terhadap penayangan yang tidak pantas, akan korban kekerasan seksual. Sebuah studi menunjukan bahwa para pecandu menganggap pelaku pemerkosaan hanya perlu diberi hukuman ringan .

- PELAMPIASAN. Tahap ini pecandu pornografi akan meniru perilaku seks yang ditontonnya. Mereka cenderung sulit menjalin hubungan seks yang wajar dengan pasangan nya, karena ia menuntut aksi pasangan nya seperti biasa yang dia lihat ,dan ini akan mengganggu keharmonisan . Ia juga bisa melakukan apa saja yang bersifat kekerasan seksual,perkosaan, pelecehan, dll.

LEWAT MANA SAJA JALUR PEMBERANTASAN PORNOGRAFI :

KELUARGA. Peran dan kepekaan para orang tua sangat penting.Ini adalah merupakan tugas semua elemen masyarakat untuk meningkatan peran keluarga. Dapat dilakukan dengan :

1. Keterbukaan dan komunikasi yang lancar dan sehat antar keluarga.Penting sekali orang tua mendampingi anak saat menonton tv.Orang tua memberikan waktu yang cukup dan berkualitas bersama anak sehingga anak bisa menjalankan haknya untuk dapat berpartisipasi dan berbagi dengan orang tua. Anak merasa ia lebih mendapat kegembiraan dan didengarkan serta dilayani saat ia berada dirumah daripada ditempat lain. Tidak sembarangan menyuruh orang yang tidak dikenal mengasuh anak balita dan mengawasi teman pergaulan anak . 2. Penanaman nilai-nilai agama sejak dini, Karakter, Budi perti. Perhatian yang besar dari orang tua akan tuntunan agama, teladan melakukan kebaikan , rasa aman , sopan santun , ayah dan ibu saling menghargai dengan saling memuji . Semua nilai-nilai sorgawi ini sudah ditanamkan sejak anak berumur satu tahun. Sehingga saat mereka besar mereka mampu berkata ” TIDAK ” untuk hal-hal yang akan mencelakakan mereka.Mereka mempunyai harga diri yang tinggi 3. Pendidikan kesehatan reproduksi. Bahwa pendidikan seks bukanlah pornografi.Pendidikan seks artinya orang tua menerangkan organ reproduksi dan fungsinya, untuk mereka mempersiapkan diri serta menjaganya ,yang mana mengandung nilai-nilai moral, dan tanggung jawab.

Sedangkan pornografi lebih kepada menampilkan media dan kata-kata yang merangsang dan membangkitkan hasrat seksual khalayak. Tidak ada nilai-nilai moral dan tanggung jawab. Bersifat eksploitasi ,vulgar dan merusak.

LINGKUNGAN. Mengkondisikan orang disekitar untuk peka melihat terhadap dampak materi pornografi dalam berbagai bentuk. Sehingga masyarakat tidak menjadi sangat permisif karena sangat terbiasa melihat dan mengkonsumsi tayangan yang tidak pantas setiap hari.

LEMBAGA SWADAYA MASYRAKAT dan organisasi keagamaan dan ormas. Pembinaan budaya, agama , norma susila sebagai dukungan moral , dapat dilakukan dengan cara aksi-aksi damai. Terus menerus menyuarakan dengan mengkampanyekan secara gencar mengajak masyarakat melawan pornografi sehingga muncul kesadaran dan membuat komitmen bersama untuk melawan pornografi.

PEMERINTAH. Melarang dan tidak memberkan ijin kegiatanyang berbau pornografi.

PENEGAK HUKUM. Menerapkan aturan pelarangan pornografi dan porno aksi secara konsisten.

PORNOGRAFI ADALAH BISNIS RAKSASA.

Kutipan sebuah surat terbuka Bill Burden,Presiden American Renewal di Dallas th 1986 saat pertama kalinya Majalah porno dijual :

” Tahun 1953 saat Hugh Hefner pertama kali menerbitkan Majalah playBoy di Amerika belum ada bencana istri atau anak perempuan yang diperkosa setiap lima menit,anak-anak kecil tidak kuatir diculik dari taman-taman atau halaman sekolah oleh para paedophilia,para remaja tidak terkondisi untuk menerima gaya hidup permisif.Tidak ada arus kehamilan remaja.Tidak ada wabah penyakit menular seperti herpes.Masyarakat tidak berpapasan dengan bom waktu yang dikenal dengan AIDS, dan juga tidak melihat hingga 300 % angka kematian remaja.Tetapi kini bencana itu telah datang.Dengan musuh utama bernama PORNOGRAFI. “

Mari kita sebagai orang tua jangan lengah, jangan menganggap enteng akan peran media yang banyak menggiring anak-anak kita kepada pola hidup yang dianggap ” GAUL”. Kita tidak bisa menutup akses anak-anak terhadap informasi dari semua media khususnya internet. Namun dengan bekal kegigihan dan ketekunan, berlelah-lelah orang tua dalam membimbing dan mengawasi pergaulan, dan tontonan serta pembinaan agama yang kuat, maka dengan pertolongan Tuhan pasti generasi muda akan selamat dari kebinasaan.

Semua perjuangan membentengi keluarga dari MUSUH PORNOGRAFI memerlukan BAYAR HARGA . dan seandainya terjerumus maka kita akan membayar HARGA juga. Maka lebih baik SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN.

MARI KITA PERANGI PORNOGRAFI UNTUK MENYELAMATKAN KELUARGA DAN GENERASI MUDA SECARA BERSAMA-SAMA.

Lintasan Sejarah 29 tahun BKOW Kalimantan Tengah

LINTASAN SEJARAH 29 TAHUN BKOW PROVINSI

KALIMANTAN TENGAH .

Pada tahun 1963 Organisasi Wanita yang ada di Kalimantan Tengah berjalan sendiri-sendiri. Karena itu Ny, Edy sabara menghimbau akan adanya bentuk gabungan dari Organisasi Wanita pada saat peresmian Gedung Wanita Tama di Jogyakarta yang pada waktu itu dihadiri oleh Ibu Clementine Tjilik Riwut selaku istri Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah.

Atas dasar arahan tersebut, ibu Clementine Tjilik Riwut berinisiatif mengundang para ketua Organisasi Wanita yang ada di Palangkaraya pada saat itu, seperti :

  1. Ibu Hj Mardinah Kaspul Anwar ( Wanita NU ).
  2. Ibu Y.M. Nahan ( Wanita Marhaenis ).
  3. Ibu Madeline .E.A. Toewak ( Persatuan Istri Veteren Republik Indonesia).
  4. Ibu Ruth Saloh ( Persatuan Guru Republik Indonesia ).
  5. Ibu Anang Djauhari ( Wanita Aisiah ).

Ibu Clementine Tjilik Riwut mengadakan rapat bersama dirumah beliau di Palangkaraya . Beliau selain mengundang Ketua organisasi wanita, juga mengundang beberapa tokoh Wanita Dayak lainnya seperti : Ibu L.S.Binti, Ibu Sabran Ahmad, Ibu B.B.Koetin, Ibu G.S.Rubay, Ibu Lida Ignatius Sera,dll untuk membicarakan tentang rencana pembentukan Pengurus Gabungan Organisasi Wanita yang disingkat GOW. Menurut beliau untuk mencapai kemajuan kaum perempuan maka penting sekali mempersatukan organisasi-organisasi wanita kedalam satu wadah untuk mencapai kesatuan gerak perjuangan.

Gagasan beliau tersebut direspon positif oleh para peserta rapat serta disepakati Ibu Clementine Tjilik Riwut sebagai Ketua Gabungan Organisasi Wanita disingkat GOW, dan Ny. Kiswari Manan Rahman sebagai Sekretaris.

Pada tahun 1964 Ibu Clementine Tjilik Riwut selaku Ketua GOW Kalimantan Tengah mengikuti Konggres Badan Kontak Organisasi Wanita se –Indonesia di Jakarta. Sepulang dari mengikuti Konggres di Jakarta, diadakan Musyawarah Daerah Wanita Provinsi Kalimanatan Tengah untuk pertama kalinya. Terbentuklah kepengurusan GOW Kalimantan Tengah dengan dengan terpilihnya Ibu Clementine Tjilik Riwut sebagai Ketua, dan Ibu Rosalina Badowo sebagai Sekretaris.

Pada Periode ini sudah ada beberapa perempuan yang aktif pada Partai

Politik dan menjadi anggota DPR yaitu Ibu Emilia Y.C. Rangkap , istri mantan Residen yaitu Bapak Yustinus Condrad Rangkap (Y.C.Rangkap ) tahun 1963.

Ibu-ibu yang aktif dalam organisasi yaitu Ibu Dotulong, Ibu Banjarmas Saililah, Ibu Agus Ibrahim, Ibu Lodewik.S.Binti, Ibu Badrus Sapari, Ibu Iwi, Ibu Yan Ratih, Ibu C. Luran , Ibu Bitak , ibu Koetin ,dll.

Pada saat kepemimpinan Ibu Clementine Tjilik Riwut sampai tahun 1967. GOW melaksanakan kegiatan hanya pada hari-hari besar kenegaraan, selebihnya , maka tiap-tiap organisasi melaksanakan kegiatan sendiri-sendiri.

Kegiatan GOW antara lain : Menghadiri acara resmi kenegaraan, Peringatan hari besar nasional, Lomba ketrampilan, kunjungan anjang sana, Bazar, tampil paduan suara ibu-ibu istri Pegawai Negri ,dengan Gitaris Ibu Menying Mihing, menampilkan tari daerah Sumatra, Dayak oleh ibu-ibu , mengikuti Konggres Nasional,dll.

Kemudian tahun 1967 Ketua GOW serah terima dengan Wakil Ketua berhubung Ibu Clementine mengikuti Bapak Tjilik Riwut pindah ke Banjarmasin. Sejak itu sampai tahun 1973 GOW mengalami kevakuman .

Pada tahun 1973 GOW di Ketuai oleh Ibu Reynold Sylvanus dengan Sekretaris ibu Noor Asiah Asmawi Agani.

Organisasi yang bergabung adalah Organisasi Pertiwi ( Istri dan karyawati Pegawai negri Sipil ) .

GOW kembali menghidupkan kegiatan ibu-ibu seperti merayakan hari-hari besar Negara, hari besar keagamaan, kursus ketrampilan, lomba memasak, lomba pidato, lomba kebaya, merangkai bunga, merias diri, mewiru kain panjang , bazaar, anjangsana, perayaan hari Kartini dan hari Ibu,dll

Organisasi perempuan terdiri dari organisasi utusan dari keagamaan, parpol, ormas dan PKK. Aktif saat itu adalah Ibu Effendi Suparjan, Ibu Widayat, Ibu Syamsu Sariman, Ibu Yater Kasim, Ibu Bart lujen, Ibu A.T,Binti, Ibu Karim, Ibu Gumer Binti, Ibu Y. Pahu., ibu Theresia Subari,ibu Sabran Ahmad, dll

Pada tanggal 24 Febuari 1977 Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) di ketuai oleh Ibu W .Sandy dan tidak berlangsung lama berjalan, pada tahun 1978 di Jakarta diadakan KONGGRES KOWANI secara nasional pada tanggal 22 Desempber 1978,ditetapkan bahwa sebutan untuk GOW Provinsi Kalimantan Tengah berubah menjadi Badan Kerjasama Organisasi Wanita yang disingkat dengan sebutan BKOW dan diketuai oleh ibu Sitompul dengan penasehat Ibu W.A Gara dan sebutan GOW untuk tingkat Kabupaten/Kota dengan Ketua Ibu M.Madnoch.

Pada tahun 1983 Kepemimpinan BKOW dilanjutkan oleh ketua yang baru Ibu Albret Iman sampai dengan tahun 1988. Pada masa kepemimpinan Ibu Albret Iman BKOW Provinsi Kalimantan Tengah pernah mengirimkan seorang Tokoh Wanita Kalimantan Tengah ,yaitu ibu Rubay yang terpilih melalui seleksi dan pertimbangan dari KOWANI Jakarta untuk menghadiri Hari Ibu tanggal 22 Desember 1986 di Jakarta bersama dengan Ibu Tien Soeharto.

Pada tahun 1988 diadakan serah terima kepada Ibu Imam Muhardyo dengan Ibu Suparmanto selaku istri Gubernur Kalimantan Tengah sebagai penasehat.Oleh Ibu Imam Murhardyo diadakan rapat intern BKOW untuk menunjuk ibu Dra Erika Leon Ajii sebagai sekretaris melaksanakan tugas administrasi organisasi agar dapat berjalan dengan baik dan tidak vakum.Tokoh-tokoh yang aktif pada saat itu antara lain adalah Ibu Viktor Phaing dan ibu H.J Andris ( keduanya adalah istri Wakil Gubernur )

.Dalam tahun berjalan BKOW Provinsi telah mengikutsertakan beberapa pengurus untuk mengikuti musyawarah KOWANI di Jakarta pada tanggal 19 Agustus 1990. Dari hasil musyawarah tersebut BKOW harus memillliki Sekretariat guna memudahkan hubungan dengan pihak KOWANI pusat.Maka Oleh Ibu Suparmanto,BKOW diperkenankan berkantor di Rumah Jabatan Gubernur,kemudian berpindah kesalah satu ruangan di samping Kantor Gubernur Lama (sekarang Kantor DPRD-TK I),tidak lama kemudian pindah ke Gedung Wanita lantai II,dan tidak berselang lama sekretariat berpindah lagi ke lantai dasar karena lantai II adalah tempat Gedung Dekranas Propinsi Kalteng. Pada saat itu kegiatan BKOW hanya sewaktu-waktu pada hari Besar.

Pada tahun 1997 kepemimpinan BKOW dalam Musda I berganti pula dari Ibu Iman Muhardyo kepada Ibu Siswanto Adi selaku istri Wakil Gubernur yang baru untuk menakhodai Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Kalimantan Tengah dengan dibantu oleh sekretarisnya ibu Rusini Anggen,SH,sampai tahun 2000 dengan penasehat Ibu Sudati Warsito Rasman.

Disinilah dimulai merata diseluruh Indonesia,sejak terjadinya Reformasi arah politik Negara dan Kebijakkan berobah,maka semua organisasi wanita pun mengikuti dan mengacu pada program pemerintah khususnya program Pemberdayaan Perempuan,Kesetaraan dan keadilan Gender mulai didengungkan sampai kedaerah-daerah termasuk Konvensi Penghapusan segala Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan,sebagai tindak lanjut dari Konferensi Perempuan di Beijing thn 1994,yang dimotori oleh Pusat Studi Wanita UNPAR yaitu oleh Ibu Dra.Lina G.Umbuk,dkk.

Dan pada kegiatan selanjutnya tahun 2000 BKOW Provinsi Kalimantan Tengah dalam Rakerda I BKOW tahun 2000 memilih secara aklamasi Ibu Linda Nisida Nahason Taway BA sebagai Ketua BKOW Kalteng Antar waktu,dan tahun 2002 pada Musda II BKOW terpilih menjadi Ketua BKOW sampai tahun 2007 dan sekretaris Ibu Dra Puput Ratnasari M Hum,dengan para wakil Ketua Antara lain :Ibu Martha Patianom,Ibu Ruminah Jurjani SE,Ibu Theresia Subari Spd,Ibu Dra Amoniah Hisbulah,mereka adalah ibu-ibu yang aktif dan penuh kesabaran selalu membimbing ibu-ibu yang lebih muda untuk menjadi perempuan yang terampil,pintar,mandiri dan berbudi pekerti.

Ibu-ibu lain yang getol berjuang di ranah politik dan HAM dan masalah Kekerasan setelah keluar UU PARPOL,UU PEMILU,dan UU PKDRT,UU Perlindungan Anak adalah Ibu Setyo Hidayati SH,Ibu Dra.Delnawaty, ibu Erni Hermine Lambung Msi, ibu Rusisni SH

.Kegiatan Bidang Organisasi dimotori oleh Ibu Dra.Lili Isiana,Bidang Pendidikan oleh Dra.Minil Spd,Bidang Kesejahteraan,Mental dan Budaya oleh Ibu Daris Susilawaty SE ,Bidang Ekonomi Usaha Dana oleh Lina Halim ,dan Bidang Humas dipimpin oleh ibu Eliana dan Ibu Guntik.

Kegiatan yang menonjol adalah Penertipan data Dinding, Kelompok Binaan PAUD, berdirinya Rumah Singgah Pumpung Bawi Hadohop untuk korban kekerasan.

Penggerak organisasi dijalani oleh tiga orang sekretaris yaitu Ibu puput Ratnasari M Hum, Ir.EviVeronika dan ibu Nurjanah Sag.Pengendalian keuangan oleh ibu Core Andung dan ibu Corry Harjono.

Selanjutnya BKOW berkantor di Gedung Betang komplek Kantor Gubernur jalan G.Obos.Sampai saat ini Gedung yang direncanakan sebagai Gedung Serba Guna BKOW dari Kantor PU Provinsi masih belum ada realisasinya.yaitu direncanakan di jalan Tjilik Riwut Km 5.

Semua kegiatan berjalan sesuai dengan amanat Musda I serta berpegang pada AD/ART BKOW untuk tetap memajukan perempuan.Tahun 2001 sejak diputuskan dalam Rapat Konsultasi KOWANI tentang pembentukkan Biro Pemberdayaan Perempuan se Indonesia di pemerintahan,maka sebagai tindak lanjut keputusan tersebut,4 orang ibu menghadap Gubernur Asmawi A.Gani yaitu Dra.Lina Umbuk,Daris Susilawati Ir Nyelong Simon dan Rusini SH untuk menyampaikan aspirasi perempuan se Indonesia.

Maka sejak Tahun 2003 terbentuklah Biro Pemberdayaan Perempuan dengan kepala Biro Ibu Dra Manda Gawei sampai tahun 2005 dan kemudian Biro Pemberdayaan perempuan dimotori oleh ibu Nurhayaty MT MM sampai tahun 2008..Sejak saat itu maka komponen dan Organisasi Perempuan sudah mempunyai wadah tersendiri dalam berkordinasi dan dalam kemudahan berhubungan dengan urusan perempuan.Kaum Wanita untuk bersaing berkompetisi mengisi pembangunan sesuai dengan keahlian dan kemampuannya serta berupaya untuk melahirkan pioner-pioner yang tangguh handal ,tulus ikhlas, mandiri dengan prioritas program diantaranya meningkatkan partisipasi perempuan di bidang politik,kesetaraan dan keadilan gender disetiap aspek kehidupan,menurunkan angka kematian ibu,meningkatkan taraf pendidikkan perempuan,ikut bersama-sama menyuluh menurunkan angka kematian bayi lahir,memperbaiki kesehatan perempuan khususnya kesehatan alat reproduksi perempuan dan pemberdayaan perempuan ekonomi lemah.

.Membaiknya kualitas hidup perempuan mempunyai dampak yang besar untuk tercapainya Ketahanan Keluarga sebagai Kunci pembangunan di segala bidang kehidupan menuju Indonesia sejahtera dan mandiri.Inilah sekilas Perjalanan Perjuangan Perempuan Kalimantan Tengah yang bergabung dalam wadah BKOW yang tercinta .

Untuk menyusun sejarah dan dokumentasi berdirinya BKOW Kalimanatan tengah , maka mulai bulan Febuari 2007 , seksi organisasi ,sekretaris, berkunjung bersilahturahmi dengan para sesepuh BKOW yang masih hidup untuk mendapat informasi tentang sejarah awal berdirinya Gow dan BKOW , antara lain bersilahturahmi dengan Ibu Madeline E.A.Toewak, Ibu Ruth Saloh, Ibu Sabran Akhmad, Ibu Lida Ignatius Sera, Ibu G,S.Rubay, Ibu Leon Adji, ibu Noor Asiah Asmawi Agani.

Berdasarkan sejarah ,informasi, fakta dan berkas/arsip yang disampaikan oleh beberapa tokoh sebagai mana diatas,maka dalam Rapat Pengurus BKOW ditetapkanlah tanggal 24 Februari 1977 sebagai Hari terbentuknya BKOW Kalimantan Tengah.

Dan Peringatan Hari Ulang Tahun Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Kalimantan Tengah adalah setiap tanggal 24 Febuari.

Untuk lebih menguatkan maka Naskah Sejarah ini dibacakan dalam MUSDA III Agustus 2007 untuk ditetapkan dan disah kan ,dan dibuatkan Surat Keputusan bahwa Tanggal 24 Febuari adalah Hari Ulang tahun BKOW Kalimantan tengah.

MUSDA III memutuskan Ketua BKOW periode 2007-2012 adalah Ibu Hj.Nani Ahmad Diran dan Sekrataris ibu Hj. Daris Susilawaty. MM .

.

Kalau dikemudian hari ternyata ada kesalahan dan kehilafan baik nama maupun yang lainnya maka kita akan perbaiki bersama.

Demikian sekilas lintasan Sejarah dan kegiatan BKOW kalimanan Tengah ,semoga Tuhan yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat Nya untuk kaum perempuan di Bumi Tambun Bungai ini.terimaksih.

Penyusun : Ibu Linda Nisida S Sos

Ibu Lilia Isyana Spd

Ibu Krisnilis Natalis S Sos

Informan : Ibu Enon Riwung Tumon

Ibu Madeline E.A.Toewak

Ibu G.S.Rubay

Ibu Ruth Saloh

Ibu Noor Asiah Asmawi Agani

Ibu Leon Adji

Ibu Theresia Subari


Palangkaraya ,10 Agustus 2007

BKOW Kalteng